Senin, 07 Desember 2009

tips belajar menjelang ujian

Posted on 18 Oct 2008 In: tips

ujian,ujian,ujian…..
kuliah baru masuk deh rasanya tapi dah mesti siap-siap belajar buat ujian. wah yang pasti jangan ngeluh dulu kalo mungkin ujian sebentar lagi datang menghadang,wah kaya badai aja.
dan irene mau berbagi tips yang irene dapet duh lupa lagi dari mana dapetnya…yang pasti semoga bermanfaat buat kamu yang mungkin sebentar lagi ngadepin ujian entah itu ujian tengeh semester (UTS) atau ujian Akhir semester ( UAS ).

1.Jangan biarkan gangguan itu datang
Biasanya ketika kita belajar, pasti akan datang yang namanya gangguan. Gangguan ini bentuknya bisa macam-macam. Mulai dari televisi, telepon hingga nyamuk yang menyerang. Kalau sudah diganggu, biasanya konsentrasi belajar jadi buyar. Untuk menghindari itu semua, kondisikan situasi disekitar kamu supaya gangguan-gangguan tadi bisa dihindari. Misalnya, matikan ponsel.

2.Siapkan catatan kecil
Jangan pernah meremehkan kekuatan dari sebuah catatan. Selalu siapkan beberapa lembar kertas berukuran kecil. Catat hal-hal yang penting untuk diingat.

3.Buat target yang hendak dicapai
Belajarlah dengan target. Tetapkanlah berapa jumlah halaman yang akan dibaca. Juga tetapkan berapa lama kamu akan belajar saat itu.

4.Siapkan penghargaan untuk dirimu
Setelah serius belajar, kamu butuh menyenangkan diri sendiri. Tetapkanlah satu imbalan untuk diri kamu sendiri. Misalnya, kalau kamu bisa mencapai target belajar kamu hari itu, kamu akan makan ice cream rasa coklat.

5.Belajar nggak akan membuat temanmu hilang
Jangan pernah merasa kamu akan kehilangan teman-temanmu karena kamu serius belajar. Teman-teman kamu nggak bakalan ninggalin kamu. Kalau mereka ninggalin kamu, berarti mereka bukan teman yang baik.

6.Yang perlu diperhatiin
kadang yang namanya ngantuk cape pasti ada saat kita lagi belajar apa lagi klo kita punya kegiatan yang seabrek di siang harinya pasti donk kita bakalan kecapean dan ngantuk saat belajar. Penting banget yang namanya istirahat ketika kamu belajar, belajar boleh asal jangan terlalu di forsir. Segelas susu hangat pas banget buat nemenin kamu belajar, kalo mungkin kamu ngga suka susu jus buah juga oke. selain bisa bikin badan kamu segar kembali, minum jus atau susu juga bikin badan kamu sehat dan stamina tubuh kamu terjaga, dan siap belajar lagi deh.

sumber:http://love.jpmstyle.com/tips/tips-belajar-menjelang-ujian


at television


belajar efektif menjelang ujian

TRIK BELAJAR EFEKTIF

Ujian semester sudah berada di ambang pintu. Sudah berapa persenkah kita siap untuk menghadapinya? Tentunya bukan cara working harder dalam mencapai hasil ujian, melainkan studying smarter untuk mencapai hasil yang optimal. Apalagi dalam zaman information overload seperti sekarang, di mana jumlah pengetahuan yang dapat dipelajari sudah melebihi kapasitas manusia untuk menyerapnya. Artinya dengan keterbatasan waktu, tenaga, ingatan dan kemampuan lainnya, kita perlu memberi prioritas pada strategi pembelajaran yang dapat memberi kita hasil yang maksimal dalam waktu yang terbatas.

Setiap orang memang unik, termasuk dalam cara dan strategi pembelajarannya. Semakin kita memahami keunikan, kekuatan dan kelemahan kita, semakin kita dapat belajar secara efektif. Hal senada juga diungkapkan oleh Pak Syamsulhuda, salah satu dosen bagian PKIP FKM Undip yang menyatakan bahwa setiap individu memiliki cara belajar efektif yang berbeda dan tidak bisa disamakan dengan orang lain. Berikut ini ada beberapa trik supaya belajar kita menjadi lebih efektif.

1. Pelajari dasar-dasar peningkatan kemampuan ingatan.

Ada teknik-teknik tertentu yang dapat membantu kita untuk meningkatkan kemampuan mengingat, yang tentu saja akan bergantung pada daya ingat dan cara belajar seseorang. Beberapa hal yang bisa kita pelajari misalnya tehnik mind map, mnemonik dll. “Kalau saya sih, sering menyicil bahan kuliah lalu mengulang kembali bahan ujian pada SKS (Sistem Kebut Semalam) agar mudah ingat. Persiapan awal ini lebih efektif daripada mulai membaca seluruh materi bahan ketika SKS,” ungkap Wikan, mahasiswa FKM angkatan 2008 yang berorientasi pada prestasi akademiknya.

2. Belajar dengan cara yang berbeda.

Jelas setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Namun jika kita mau mempelajari cara belajar yang lain (visual, audio, kinestetik) ataupun metode pembelajaran yang lain, otak akan dapat menaruh informasi tersebut di beberapa tempat yang berbeda, yang akan memudahkan pemanggilan informasi tersebut. “Cara belajar saya cenderung audio karena sering menghapalkan dengan berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, saya tidak bisa terlepas dengan kesibukan saya dalam bidang seni, terutama musik,” kata Redi, mahasiswa FKM yang aktif dalam PSM dan Studio 8.

3. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal.

Fungsi utama mengapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh menghapal 100% semua detail bahan kuliah, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah memahami semua materi yang diterima. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. “Jangan lupa menanyakan materi yang belum jelas kepada dosen atau teman kita yang lebih paham sehingga pemahaman kita lebih luas,” terang Bu Retno, salah satu dosen Epidemiologi, tentang strategi pemahaman materi kuliah.

4. Pilih suasana belajar yang nyaman

Waktu belajar yang paling nyaman adalah pada saat otak dan badan kita masih segar. Waktu pagi hari adalah saat yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Pak Syamsul sebagai dosen yang mensurvey pola belajar mahasiswa mengatakan, “Setiap individu mempunyai kebiasaan waktu belajar yang berbeda. Ada yang suka belajar di malam hari dalam suasana yang sepi atau pagi harinya. Menurut saya waktu fajar adalah waktu yang paling fresh untuk belajar karena individu masih memiliki energi berlebih dalam menyerap bahan ujian. Pemilihan tempat belajarpun bervariasi tergantung dari kenyamanan masing-masing individu.”. Sedangkan menurut Redi, salah satu mahasiswa FKM berpendapat bahwa tempat belajar yang ideal adalah tempat belajar yang sepi alias tidak berisik sehingga otak bisa berkosentrasi penuh.

5. Sediakan waktu untuk jeda istirahat.

Belajar boleh giat, tapi jangan terlalu over. “Istirahat sangat penting bagi tubuh untuk saving energy and charging energy kita supaya lebih fresh,” ungkap Pak Syamsul mengenai manfaat istirahat dalam belajar.

6. Gunakan ujian untuk meningkatkan pembelajaran

Ujian menolong kita untuk dapat mengingat informasi yang diujikan dalam jangka waktu yang lebih lama. Tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita dalam memahami materi kuliah. “Yakinlah dan motivasilah diri anda dengan kata ‘aku bisa’ sehingga secara otomatis rasa percaya diri itu akan muncul,” saran pak Syamsul mengenai persiapan mental saat ujian.

Terakhir, jangan mudah stress, usahakan belajar efektif di setiap kesempatan, dan berdoalah untuk mencapai hasil yang optimal. Masih banyak trik belajar efektif lain yang bisa diterapkan. Just do your best and good luck! (Bluepen-ania)

Apa itu Pacaran?

“Pacaran” adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan “pacaran” itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?

Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Qur?an dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.

Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk berta?aruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang Allah SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.

Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 10, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”. Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?

1. Saling bersilaturahmi, karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.

2. Saling bertausyiah, karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.

3. Saling mendo?akan.

Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.

Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na?udzubillaahi min dzalik.

Oleh karena itu, hendaklah kita :

1. Menundukan pandangan.

“Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : “Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis.”

2. Jangan berduaan dengan lawan jenis.

“Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan.”

3. Memperbanyak shaum sunat

Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.

Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai Allah, sesungguhnya Allah akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai Allah, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman Allah “Janganlah kamu dekati zina”.

Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Na?udzubillaahi min dzalik.

dari mediakita.cjb.net

TRIK BELAJAR MATEMATIKA

1. Pahami materi (cermati semua informasi yang ada)
2. perlu keberanian (berani mencoba), dengan ini kita akan dapat memahami dan menjadi suatu pengalaman yang sulit terlupakan

ini trik belajar
1. Baca semua yang disampaikan dalam buku
2. pahami teori atau rumus-rumus yang ada
3. kerjakan soal dari yang termudah (biasanya buku sudah mengurutkannya dalam soal)
4. bila mendapat kesulitan, coba periksa dan pahami teori atau rumus-rumusnya kembali
5. kalau langkah 1-4 tidak ada kendala, anda harus siap-siap melihat model-model soal yang lain sebagai pengalaman. Bila konsep dasar sudah dimengerti, tingkat soal-soal matematika hanya bermain pada mode-model soal.
6. 1-4 anda telah menjadai matematika-mania, jika ditambah dengan no 5, anda telah mahir matematika.

Menyelesaikan pertidaksamaan
Langkah biasa
1. Menyederhanakan pertaksamaan
2. Mencari nilai x (menentukan nilai fariabel)
3. dari satu dan dua, sehingga dapat ditentukan batas-batas x yang memenuhi pertaksamaan.

Menyelesaikan soal
1. Gunakan informasi atau data yang ada dalam soal.
2. Hubungkan informasi atau data yang ada dengan teori/rumus yang dapat digunakan dalam menyelesaikan soal-soal tersebut. Ingat!, biasanya soal yang bagus tidak berhubungan langsung dengan rumus (lansung bisa didapat hasil), tapi ada beberapa tahap untuk sampai ke-penyelesaian akhir.

Cara lain Menyelesaikan soal pilihan ganda pertidaksamaan
1. Pilihlan sebuah bilangan yang menghasilkan perhitungan yang mudah bila bilangan itu disubtitusikan ke dalam pertaksamaan
2. subtitusikan bilangan yang kita pilih itu ke dalam pertaksamaan dan kemudian periksa kebenaran ketaksamaan yang terjadi.
3. bila ketaksamaan yang terjadi itu benar, himpunan penyelesaian yang benar harus mengandung bilangan yang kita pilih tadi. Namun bila salah, kesimpulannya adalah sebaliknya.

Penyelesaian persamaan kuadrat soal pilihan ganda
• pertama-tama kita ganti dulu peubah yang tidak diketahui nilainya dengan sebuah bilangan nyata sembarang. Bentuk yang terjadi kemudian kita analisis dengan menggunakan rumus-rumus dasar.
1. ajukan pertanyaan yang berkaitan dengan data maupun informasi yang tersedia di dalam soal.
2. Mengambil kesimpulan dengan data atau informasi yang ada dalam soal.
3. Menciptakan cara mudah atau mempercepat untuk menyelesaikan

1. simak dengan cermat, adakah rumus dasar yang bisa lansung digunakan untuk menyelesaikan soalnya.
2. kalau tidak ada, periksa dengan cermat persamaannya apakah kita perlu melakukan pemisalan
3. kalau tidak perlu melakukan pemisalan, periksa model matematikanya yang ditanyakan, apakah kita perlu mengubah model itu menjadi model lain.
4. kalau memang harus mengubah modelnya, periksa dengan cermat, apakah kita perlu menggunakan rumus lain sebagai alat bantunya.
5. kalau tidak perlu mengubah modelnya, periksa apakah kita perlu melakukan subtitusi.
6. periksa pula apakah kita perlu melakukan eliminasi.
7. kalau ditanya hubungan antara garis dengan parabolanya, lakukan subtitusi dulu,kemudian periksa diskriminan persamaan kuadratnya.
8. bila diketahui gradient persamaan garisnya, simak dengan cermat, apakah kita membutuhkan rumus-rumus turunan sebagai alat bantunya.
9. periksa dulu apakah kita perlu menggunakan (kiat smar) untuk menyelesaikan pertaksamaan sebagai alat Bantu.
10. kelau soalnya dalam bentuk persamaan tersamar, segera bentuk model matematikanya (model persamaaan kuadratnya), selanjutnya analisis model itu dengan landasan pengetahuan tentang persamaan kuadrat.


Memahami soal yang ada
1. apakah kita mengetahui arti semua kata yang digunakan?, kalau tidak, carilah di indeks, kamus,definisi dana lain sebagainya.
2. apakah kita mengetahui yang dicari atau ditanyakan?
3. apakah kita mampu menyajikan soal dengan menggunakan kata-kata sendiri.
4. apakah soal dapat disajikan dengan cara lain
5. apakah kita dapat menggambar sesuatu yang dapat digunakan sebagai bantuan
6. apakah informasi cukup untuk dapat menyelesaikan soal.
7. apakah informasi berlebihan.
8. apakah ada yang perlu dicari sebelum mencari jawab dari soal.

Menyusun suatu strategi
1. apakah akan membahas berbagai strategi yang ada, tetapi jangan ragu-ragu untuk mencoba salah satu dari strategi untuk digunakan untuk menyelesaikan soal yang kita hadapi.
2. pada umumnya strategi yang berhasil diketemukan seteleh beberapa kali mencoba strategi yang gagal. Kegagalan adalah satu langkah kecil untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.
Melakukan strategi yang kita inginkan
Langkah ini lebih mudah disbanding menyusun strategi. Di sisni hanya diperlukan kesabaran dan kehati-hatian untuk menjalankan.

Melihat kembali pekerjaan yagn telah kita lakukan. Selanjutnya, kalau perlu menyusun strategi baru yang lebih baik atau menuliskan jawaban dengan lebih baik.

Karasteristik yang baik bagi orang untuk mampu melakukan problem solving
1. kemampuan mengerti konsep dan istilah matematika.
2. kemampuan untuk mencatat kesamaan, perbedaan dan analogi.
3. kemampuan untuk mengidentifikasi elemen terpenting dan memilih prosedur yang benar.
4. kemampuan untuk mengetahui hal yang tidak berkaitan.
5. kemampuan untuk menaksir dan menganalisa.
6. kemampuan untuk memvisualisasi dana menginterpretasi kuantitas atau ruang.
7. kemampuan untuk memperumum berdasarkan beberapa contoh.
8. kemampuan utnuk berganti metode yang telah diketahui.
9. mempunyai keberanian diri yang cukupdan merasa senang terhadap materinya.

Saran untuk pengajar
1. ajari dengan berbagai strategi yang dapat digunakan untuk berbagai soal
2. berikan waktu yang cukup untuk murid mencoba soal yang ada.
3. ajaklah murid untuk menyelesaikan dengan cara lain.
4. setelah menjawab diperoleh, ajaklah murid untuk melihat kembali, melihat kemungkinan lain, mengatakan dengan bahasa sendir, kemudian ajaklah untuk mencarai penyelesaian dengan cara yang lebih baik.
5. jika kita berhadapan dengan materi yang sulit, tidak berarti kita harus menghindar. Tetapi gunakan cukup waktu untuk mengulang dan mengerjakan soal yang lebih banyak. Mulailah dengan mengerjakan soal serupa, dan kemudian soal-soal yang lebih menantang.
6. fleksibelitas di dalam pemecahan masalah (problem solving) merupakan perilaku belajar yang baik.

Sumber : http://rohmansenyum.multiply.com